Agama adalah penuntun, bukan penentu..
Agama yang mendidik dan mengajarkan kita menjadi public yang
berjiwa baik dan social tinggi.
Agama yang menuntun serta member batasan-batasan untuk
menjadikan diri menjadi lebih berjiwa mulia.. Agama itu penuntun, bukan
penentu..
Siapapun engkau yang membaca ini, saya hanya berharap kalian-kalian yang berlogika tinggi yang meneruskan membaca, buat yang (maaf) kurang berlogika, berhenti saja, nampaknya yang mau saya tulis naluri kelas tinggi..
Begini, ah enaknya saya pakai bahasa santai aja yaa, biar
cepat di terima dan berfikir spontan, nggak usah resmi-resmi..
Belakangan saya sedih melihat tingkah laku para orang-orang
berpendidikan yang menurut saya kurang berpendidikan, hal ini tentu tentang
agama. Banyak di antara mereka selalu mengatakan, ber-Ibadahlah, sembahlah
TuhanMu… tetapi di lapangan tidak seperti itu, tetapi tingkah laku dalam keseharian
tidak mencerminkan orang ber-Agama.. padahal sebenarnya Agama-lah yang akan
menuntun kita menjadi orang yang baik, dengan agama kita bisa mengontrol emosi,
menyenangkan orang lain, sukamenolong, banyak sedekah, dan juga supeL dengan
sesama.
Tapi nyatanya tidak demikian, mereka-mereka yang sholat
malah suka menyakiti, anarkis, koruptor,
pencopet, penipu, dan lain sebagainya. Sebenarnya dengan sholat kita menjadi
manusia yang baik, dengan begitu kesimpulan adalah bahwa agama itulah guru
menjadi kita baik, artinya Jadilah diri kita ini pribadi yang baik, tanpa
sholat pun kalau kita sudah berbuat Agung, justru itu jauuuuhhhh lebih
mencerminkan kita orang ber-Agama.. dengan menjadi orang yang suka menolong
justru kita jauuuuhhhhhhh lebih terlihat sebagai orang ber-ahklak baik.. dengan
suka bersedekah justru kita jauuuuuhhhh sepuluh juta kali lebih mulia dari
orang yang suka bersujud tapi tidak perneh sedekah.
Mulai detik ini, bolehlah kita belajar bersama tentang
agama, segalanya kita imbangi dengan Logika.. bukan sekedar cerita…
Inti dari segala inti adalah “JADILAH PRIBADI YANG BAIK,
saling hormat menghormati, dalam keluarga, orang tua, suami, istri, anak-anak (
setelah ini saya akan membahas tentang psikolog anak), teman-teman, dan
sekeliling kita..
Pantangan dalam rizki adalah PERSELINGKUHAN, sekali lagi
saya tulis besar-besar P E R S E L I N G K U H A N…
Ngomong-ngomong soal ini, bahkan setan pun gak suka dengan
orang yang suka menyakiti istri atau suami.. coba Tanya sama orang-orang yang
pernah rekreasi ke gunung kawi, kalau punya tujuan kekayaan, pertama-tama yang
di anjurkan adalah “Sayangi keluargaMu, jangan pernah berserong” nah sebenarnya
yang meng-kayakan adalah keteguhan dan kesetyaan itu, bukan Mbah gunung kawi
nya.. beberapa pengalaman yang saya lihat, ada beberapa yang ke gunung kawi,
lalu kaya, karena banyak duit perempuannya banyak, ya gak lama habis deh..
Upppsss kembali soal agama.. ini untuk pribadi saya sebagai
umat muslim, ayo lah kita tanamkan jiwa RASULULLAH dalam jiwa pribadi, bukan
hanya Nabi Muhammad, tetapi kita pun adalah Rasulullah ( utusan ), kalau kita
bukan utusan Allah, ya kita ndak di utus di bumi begini, nah dengan merasa
bahwa kita pun adalah sama seperti Nabi Muhammad, insyaAllah kita lebih
beragama dan bersikap baik, karena merasa bahwa kita adalah utusan allah.
Sekali lagi, Agama adalah penuntun kita menjadi manusia
baik, sebaik-baiknya kita beragama, tetapi berkelakuan yang tidak baik, itu
jauh lebih baik orang bersikap budi pekerti baik tanpa Agama.. Agama pun bukan
jaminan untuk surge, lagi-lagi kebaikan kitalah yang mampu memegang kunci pintu
surge kelak..
Selanjutnya, Alhamdulillah, pikiran kita sedikit lebih
dewasa..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar